Fiksi
Laut Tak Pernah Menyimpan Dendam
Ruangan itu selalu terasa lebih dingin dari suhu sebenarnya. Dinding abu-abunya bersih, terlalu bersih, seperti tidak pernah disentuh emosi manusia. Lampu neon di langit-langit menyala tanpa jeda, memantulkan cahaya putih ke meja logam yang memisahkan dua kursi. Tidak ada jendela. Tidak ada jam. Waktu seakan tidak berlaku di tempat itu.
Ilona duduk tegak di salah satu kursi. Tangannya bertumpu di atas buku catatan hitam yang sudah penuh coretan. Rambutnya diikat rendah, rapi, seolah kerapian itu satu-satunya hal yang masih bisa ia kendalikan. Di seberangnya, Jericho duduk dengan posisi yang sama seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya. Punggungnya lurus, kedua tangan di atas meja, tidak terborgol. Wajahnya tenang, hampir kosong, seperti seseorang yang sudah lama berhenti berharap pada apa pun.
Rp115.000

Ulasan
Belum ada ulasan.